Powered By Blogger

Jumat, 25 Februari 2011

resep makanan ringan

KUE SUS MARKER


Bahan-Bahan :
25 gram gula pasir
5 butir telur
90 gram tepung terigu
1/2 sendok teh baking powder
50 gram margarin, dilelehkan
1/2 sendok teh garam
30 gram keju cheddar, diparut

Bahan isi :
2 sendok makan minyak goreng
3 butir bawang merah, dicincang halus
2 siung bawang putih, dicincang halus
75 gram daging sapi giling
100 gram wortel, dipotong kotak kecil
2 sendok makan susu bubuk
1 batang daun seledri, dicincang halus
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh pala bubuk

Cara Mengolah :


Membuat isi :
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai layu.
2. Masukkan daging dan wortel, aduk hingga berubah warna.
3. Bumbui dengan susu bubuk, garam, merica, pala, dan daun seledri.
4. Masak sampai matang dan bumbu meresap, sisihkan.

Membuat kue :
1. Kocok telur dan gula sampai lembut.
2. Masukkan tepung terigu dan garam yang telah diayak dengan baking powder.
4. Tambahkan margarin yang sudah leleh, aduk rata.
5. Tuang adonan cake ke dalam cetakan muffin hingga setengah tingginya.
6. Masukkan isi, tutup lagi dengan adonan cake.
7. Taburi keju parut lalu oven selama 25 menit.

selalu semangat

Orang yang bersyukur adalah orang mukmin yang menggunakan kenikmatan karunia Tuhan, baik berupa harta maupun kedudukan untuk dipergunakan ke jalan yang diridhoi-Nya.

zona anak kreatif

Rabu, 23 Februari 2011

anak-anak kreATIF

Ketika menghadapi momen tidak menyenangkan seperti mendengar kabar buruk atau harus meminum obat, seseorang bisanya mencoba mengatasinya dengan beragam cara.

Sebagian besar dari mereka, secara refleks menegangkan bagian-bagian otot tertentu seperti mengepalkan tangan atau pun otot lainnya. Kenapa hal itu terjadi? Apakah menegangkan otot dapat membantu?

Menurut suatu penelitian, mengepalkan tangan selama beberapa saat memang  membantu seseorang melewati masa sulit, yakni meningkatkan kontrol diri dan memunculkan tekad.

Hal itu didasarkan pada hasil penelitian Iris Hung dari National University of Singapore dan Aparna Labroo dari University of Chicago. Riset mereka dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research.

Dalam penelitiannya, kelompok relawan diuji melalui serangkaian dilema pengendalian diri yang melibatkan penerimaan rasa sakit sesaat untuk dampak jangka panjang. Aktivitas itu termasuk meletakkan tangan dalam air dingin, meminum cuka encer, dan menolak makanan tidak sehat.

Penelitian menunjukkan, para relawan yang memperketat otot pada saat menghadapi pergulatan di dalam, lebih mampu menahan rasa sakit atau kegelisahan dan menolak makanan yang menggiurkan.

"Para relawan yang diinstruksikan mengencangkan otot-ototnya, tanpa memperhatikan otot mana yang dikencangkan - tangan, jari, betis atau bisep - saat berusaha mengerahkan pengendalian diri menunjukkan kemampuan lebih besar menahan rasa sakit, mengonsumsi obat-obatan yang tak menyenangkan atau menghadapi makanan menggoda," tulis peneliti dalam laporannya.

Namun, ketika relawan terlalu lama menegangkan ototnya, mereka merasa lelah saat mereka harus membuat pilihan.

Pengaruhnya juga tergantung pada pilihan yang sejalan dengan tujuan mereka. Jadi, para relawan mampu meminum cuka lebih banyak jika mereka sudah mengatakan mereka menginginkan hidup lebih sehat.